Workshop Peningkatan Jabatan Akademik Dosen

Program Studi Ilmu Hukum S-1 Universitas Pamulang telah melaksanakan Workshop Peningkatan Jabatan Funsional Dosen, yang diselenggarakan di ruang kaca lantai 2 Kampus Viktor Universitas Pamulang (UNPAM) pada 10 Oktober 2020 yang terbagi dalam 3 (tiga) sesi. Workshop Peningkatan Jabatan Funsional Dosen yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum dan Jajaran Prodi Ilmu Hukum S-1 menghadirkan narasumber dari Bagian Kepegawaian yaitu Bapak Guruh Dwi Pratama, SE, M.M. dan dihadiri juga oleh Bapak Dr. Subarto, M.Pd. selaku Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Pamulang.

Pada Kesempatan yang di berikan Bapak Dr. Subarto, M.Pd. selaku Wakil Rektor II menjelaskan Peningkatan Jabatan Funsional Dosen sangat berkaitan erat dengan pelaksanaan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan tugas utama dari dosen, yang terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Beban mengajar yang diberikan dijadikan faktor yang harus disikapi dosen dalam pengajuan jabatan fungsional. Sehingga dosen harus dapat membagi waktu sebaik mungkin untuk mengatur tugas-tugas tersebut serta tertib dalam melakukan pengarsipan dokumen-dokumen penting yang digunakan untuk pengajuan Jabatan Funsional. Artinya bahwa perlu adanya kebiasaan dan pengkondisian untuk produktifitas karya ilmiah dan segala hal yang menunjang jabatan fungsional dosen untuk meningkatkan karir dosen.

Jabatan Fungsional tidak hanya sekedar peningkatan karir dosen melainkan dapat mempengaruhi dan menunjang pengembangan Program Studi, sehingga dibutuhkan keseimbangan antara setiap pihak didalam Program Studi guna menghadapi tantangan kedepan. Selain mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, lanjutnya. Kenaikan Jabatan Fungsional dosen juga sangat bermanfaat bagi Program Studi dan perguruan tinggi. Saat ini akreditas Program Studi Ilmu Hukum sudah B dan harus dipertahankan, Salah satunya dengan kenaikan jabatan fungsional bagi dosen. Sehingga harapannya selain bisa terus bertahan di akreditasi B, juga bisa meningkatkan akreditasi program studi yang tadinya B menjadi A,” tambahnya.

Pada Kesempatan selanjutnya Bapak Ferry Anka Sugandar, SH, MH, selaku Dekan Fakultas Hukum menjelaskan bahwa peningkatan jabatan fungsional merupakan hak dan kewajiban setiap dosen terhadap institusinya, sehingga penting bagi dosen untuk aware betapa pentingnya kenaikan Jabatan Fungsional tersebut. Kenaikan Jabatan Fungsional bagi dosen dapat memberikan dampak positif baik pada mengembangkan kompetensi diri serta mendapat banyak keuntungan bagi institusinya. Sementara itu, dalam mengusulkan kenaikan pangkat, dosen perlu memerhatikan dengan baik teknis dan tahapan-tahapan yang harus dilalui.

Pada kesempatan yang sama Bapak Dr. Taufik Kurrohman, S.H.I., M.H. selaku Ketua Program Studi Ilmu Hukum S-1, mengungkapkan dosen perlu memahami bahwa peningkatan Jabatan Funsional Dosen adalah proses yang wajib ditempuh bagi seorang dosen. Hanya saja praktiknya seorang dosen perlu memahami lebih dalam bagaimana cara menulis di jurnal sebagai salah satu persyaratannya. “Dosen harus memiliki semangat yang tinggi bahwa peningkatan jabatan funsional itu hal yang wajib , dikerjakan saja apa yang harus dilengkapi dalam pengajuan dan harus banyak berkonsultasi tentang bagaimana teknis penyusunan persyaratan kenaikan kepangkatan dengan baik.

Dalam workshop ini membahas tentang perhitungan jabatan funsional Dosen Bapak Guruh Dwi Pratama, SE, M.M. selaku narasumber menjelaskan kenaikan Jabatan Funsional Dosen sebagai berikut Jika Asisten Ahli (AA) kita harus memiliki NIDN, Nilai Prestasi Kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir, Melaksanakan tugas mengajar paling singkat 1 (satu) tahun, Melaksanakan paling sedikit 1 (satu) kegiatan pengabdian pada masyarakat, Mempunyai paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang dipublikasikan pada Jurnal Ilmiah Nasional (ISSN) sebagai penulis pertama. Dari Asisten Ahli (AA) ke Lektor Kepengurusan berkasnya Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Asisten Ahli, Telah memenuhi angka kredit (150), Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional sebagai penulis pertama, dan Memiliki kinerja, integritas, etika dan tata krama, serta tanggung jawab.

Dari Lektor ke Lektor Kepala Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Lektor, Telah memenuhi angka kredit (200/300), Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi  atau internasional sebagai penulis pertama (S3), atau Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama (S2) Memiliki kinerja, integritas, etika dan tata krama, serta tanggung jawab. Dan dari Lektor Kepala ke Profesor Memiliki pengalaman kerja sebagai dosen tetap paling singkat 10 (sepuluh) tahun, Memiliki kualifikasi akademik doktor (S3), Paling singkat 3 (tiga) tahun setelah memperoleh ijazah doktor (S3), Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Lektor Kepala.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Dosen Prodi Ilmu Hukum S-1. kegiatan berjalan lancar dan para peserta sangat antusias dalam mengikuti rangkaian demi rangkaian workshop tersebut.(IQ)