Webinar Nasional dari Fakultas Hukum Universitas Pamulang pada Tanggal 3 Juni 2021, dengan Tema “TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF SEKTOR UMKM MASA NEW NORMAL DALAM PERSFEKTIF HUKUM BISNIS” menghadirkan Menparekraf Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno. B.B.A., M.B.A sebagai Keynote Speaker ikut serta mendampingi Menparerkaf yaitu Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Induatri Kreatif – Deputi 7, Bapak Robinson Hasoloan Sinaga serta Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi, Ari Juliano. Acara Webinar nasional yang diketuai oleh Bapak Hendrik F. Siregar juga mengundang Narasumber lainnya yaitu Dr. Munir Fuady,S.H, M.H., LL.M, Advokat senior dan kurator serta Penulis buku tentang Hukum Bisnis, Dr.Susanto, S.H., M.H., M.M. Dosen Magister pada Faklutas Hukum dan Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang, Dr. I Nyoman Marayasa, S.E., M.M., Praktisi/ Pelaku Usaha UMKM Sasmita Jaya
Webinar Nasional ini kami selenggarakan karena Kondisi new normal akan menjadi tantangan baru bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Karena kondisi tersebut membuat pelaku UMKM gugup ketika menghadapi perubahan atau beradaptasi dengan kondisi baru, yang mana perilaku konsumen akan berubah dengan adanya situasi normal yang baru (new normal).
Tantangan pada UMKM yang terjadi saat ini adalah persaingan yang harus dihadapi dengan menghasilkan beragam inovasi dan layanan untuk dapat terus bertahan di pasar lokal, dan juga bisa bersaing di pasar Internasional. Peluang usaha ini bisa apa saja tidak dibatasi asalkan para pelaku UMKM memiliki ide kreatif, inovatif, keahlian dan keterampilan yang bisa dijual
Menparekraf Sandiaga Uno juga menyampaikan di seminar kepada peserta ingin karya pelaku ekonomi keratif mendapat perlindungan hukum. Untuk itu, dirinya mendorong pelaku usaha mendaftarkan usahanya ke Dirjen Hak Kekayaan Inteletual (HAKI) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM). Semoga dengan terlaksananya acara ini bisa membawa angin segar bagi pelaku pasar UMKM segera mendaftarkan usahanya
Pak Sandi juga berharap, Fakultas Hukum Universitas Pamulang mau ikut bergerak memfasilitasi, melakukan sosialisasi hukum agar lebih banyak yang melakukan pendaftaran kekayaan intelektual sehingga mendapatkan manfaat ekonomi yang optimal. Jika ini terjadi maka memiliki dampak positif baik dari ide dan gagasan dan terbukanya lapangan kerja.
Disampaikan juga oleh Pak Sandi “Kegiatan Universitas Pamulang ini merupakan salah satu upaya membantu agar ekonomi keratif dan pariwisata bisa kembali bangkit. Banyak UMKM harus bertahan dalam situasi sekarang tetapi tidak sedikit yang justru memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang dan akhirnya menjadi pemenang.,” seperti yang kita lihat di Universitas Pamulang sendiri telah membuat terobosan baru dengan meluncurkan produk inovasinya berupa Unit Usaha Terintegrasi Akademik “CV.Tirta Sasmita”. Yang memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merk Tirta Sasmita yang berlokasi Kampus 3 Universitas Pamulang Witana Harja, sebelumnya juga sudah ada produk lainnya.
Mengutif pesan dari bapak Ketua Yayasan Sasmita Jaya Group, Bpk. Dr. (HC) Drs. H. Darsono yang disampaikan saat peluncuran minuman dalam kemasan bahwa : “Unit Produksi ini (Tirta Sasmita) merupakan langkah kita. Jadi tidak saja memproduksi sarjana tapi, kita coba aplikasikan apa yang kita ajarkan. Ini bisa dijadikan lahan praktik anak-anak kita” paparnya.
CV. Tirta Sasmita adalah unit usaha terintegrasi akademik dari Universitas Pamulang yang khusus memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) air mineral
Sementara itu, Dosen FH UNPAM Hendrik. F. Siregar yang juga menjadi pembicara dalam seminar yang sama menegaskan, perlunya badan hukum dimiliki oleh pengusaha ekonomi keratif. Dengan memiliki badan hukum sebuah perusahaan bisa mudah mendapat pinjam modal dari bank atau lembaga keuangan. “Saya sepakat dengan Pak Menterii Sandiaga, setelah pandemi covid-19 ini yang dimungkinkan cepat bangkit kembali adalah sektor UMKM,” katanya.
Mayoritas pelaku usaha ekonomi kreatif, menurut Hendrik, tidak memiliki modal besar. Produknya berkualitas tetapi perkembangan bisnisnya berjalan lambat karena banyak dari mereka belum “melek hukum”, belum memahami kekayaan intelektual miliknya.
“Jika pelaku UMKM mengerti hukum, pentingnya HAKI dan kontrak bisnis maka akan sangat membantu melancarkan usahanya. Jika UMKM maju maka ekonomi membaik, tenaga kerja terserap. Maka perlunya menyadarkan pelaku usaha ekonomi keratif perlunya badan hukum sehingga menjadi jelas dan lebih maju lagi,” kata Hendrik F. Siregar, dosen hukum Universitas Pamulang. (*)

Webinar FH Unpam: Tantangan dan Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif Sektor UMKM Masa New Normal Dalam Perspektif Hukum Bisnis

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *