Telah terselenggara kegiatan seminar nasional. Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Ubaid Al Faruq, S.Pd., M.Pd, selaku Warek I beliau sangat mendukung dalam acara seminar ini. Kemudian Bapak Dr. Oksidelfa Yanto, S.H., M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Pamulang, beliau menyampaikan semoga dengan adanya seminar ini, peserta akan memahami dalam permasalahan hukum keluarga. Perkawinan menimbulkan tiga akibat hukum yaitu adanya hubungan hukum, adanya harta bersama dan adanya kewajiban terhadap anak-anak yang nantinya dilahirkan. Didalam perkawinan tentunya masalah harta adalah faktor yang sangat penting baik itu berupa uang, rumah, tanah dan lain-lain. Banyaknya harta dalam perkawinan menunjukan bahwa seseorang bisa dikatakan sejahtera atau tidak. Karena harta merupakan faktor utama setelah menjalani perkawinan. Tidak sedikit orang bercerai karena faktor ekonomi.


Harta Bersama Menurut Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 yang telah dirubah menjadi Undang-Undang No.16 Tahun 2016 menjelaskan bahwa, Harta bersama dalam perkawinan adalah harta yang diperoleh suami istri selama dalam ikatan perkawinan. Hal itu diatur dalam pasal 35 Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang perkawinan, yaitu sebagai berikut:
Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.
Harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan adalah dibawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.
Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang No. 16 tahun 2019 tentang Perkawinan menyatakan bahwa harta benda yang diperoleh sepanjang perkawinan menjadi harta Bersama.
Melihat hal tersebut, Fakultas Hukum Universitas Pamulang mengadakan Webinar Nasional yang bertema “Isu-isu Krusial Dalam Hukum Keluarga”, pada hari Sabtu, 18 Desember 2021 dengan menghadirkan 5 narasumber diantaranya : Dr. Drs. H Amran Suadi,S.H.M.H ,M.M, Ketua Muda Urusan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. Saiful Falah, M.PD.I, Rektor di Institute Ummul Quro Al Islam Bogor, Dr Suwarti, SH, MH, Ahli Hukum Perdata Universitas Khaerun Ternate, Dr.Dewi Iryani, SH.MH, Kaprodi Magister Hukum Universitas Bung Karno.

Pemaparan pertama oleh Dr. Drs. H Amran Suadi,S.H.M.H ,M.M, Ketua Muda Urusan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan topik Isu Krusial Dalam Bidang Perkawinan, Isu tentang Pembagian Harta Bersama, Isu Tentang Perkawinan.
Pemaparan kedua disampaikan oleh Dr. Saiful Falah, M.PD.I dengan topik Pendidikan karakter dalam keluarga, analisis historis kisah nabi ibrahom dan putranya ismail.
Pemaparan ketiga disampaikan oleh Dr. Suwarti, SH., MH dengan topik Isu-isu kontemporer hukum keluarga, Perjanjian pranikah perkawinan sirri di Indonesia.
Pemaparan keempat disampaikan oleh Dr. Dewi Iryani, SH.MH dengan topik Akibat hukum terhadap pengalihan harta bersama yang dilakukan secara sepihak.
Pemaparan kelima disampaikan oleh Dr. Taufik Kurrohman dengan topik hukum keluarga dalam optik hukum Islam.
Menutup acara Webinar dapat disimpulkan bahwa Hal yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi perkara dispensasi kawin adalah: Anak yang diajukan dalam permohonan mengetahui dan menyetujui rencana perkawinan; Kondisi psikologis, kesehatan dan kesiapan anak untuk melangsungkan perkawinan dan membangun kehidupan rumah tangga; Paksaan psikis, fisik, seksual atau ekonomi terhadap anak dan/atau keluarga untuk kawin atau mengawinkan anak.Pembagian harta bersama dalam pasal 97 KHI adalah bersifat mengatur (regelen) bukan memaksa (dwingon). Pembagian harta bersama tidak mutlak dibagi ½ untuk masing-masing pihak, tapi melihat besarnya kontribusi salah satu pihak terhadap perolehan harta bersama dan komitmen terhadap janji suci perkawinan.
Kami selaku panitia memohon maaf apabila dalam pelaksanaan webinar ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk ke depannya lebih baik. Trims. Wassalaam.

Webinar dan Call for Paper: Isu-isu Krusial Dalam Hukum Keluarga

Post navigation