LDKO HIMA Prodi Ilmu Hukum S-1 FH Universitas Pamulang Perkuat Kepemimpinan, Integritas, dan Kompetensi Mahasiswa
Published on: 30 Sep 2026

BERITA
Tangerang Selatan, 30 September 2026 — Program Studi Ilmu Hukum S-1 Fakultas Hukum Universitas Pamulang terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui pembinaan organisasi, kepemimpinan, dan karakter. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Organisasi (LDKO) Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum (HIMA FH) yang berlangsung pada 25–27 September 2026 bertempat di Villa Graha Madani.

Mengusung tema “Regenerasi HIMA FH Sebagai Katalisator Reformasi Organisasi Menuju Progresivitas, Integritas, dan Kompetensi”, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi mahasiswa Prodi Ilmu Hukum S-1. LDKO dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai akademik dan profesionalisme mahasiswa hukum.

Kegiatan LDKO
dibuka oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum S-1, Assoc. Prof. Dr. H.
Muhamad Rezky Pahlawan MP, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua
Program Studi, Dr. Abdul Hadi, S.H., M.H., dan Sekretaris
Program Studi, Siti Chadijah, S.H., M.H. Turut hadir dan memberikan
dukungan dalam kegiatan tersebut para dosen bidang kemahasiswaan, yaitu Teguh
Pangestu, S.H., M.Kn., Tajudin, S.H., M.H., dan Ernawati Suwarno, S.H., M.H.
Kehadiran pimpinan Prodi dan dosen tersebut menunjukkan dukungan terhadap
proses pembinaan organisasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa di lingkungan
Prodi Ilmu Hukum S-1.
Memperkuat Identitas dan Wawasan
Mahasiswa Hukum
Pada hari pertama, kegiatan yang berlangsung di Villa Graha Madani diawali dengan registrasi peserta, pembacaan tata tertib, dan pembukaan. Peserta kemudian mengikuti diskusi kelompok serta berbagai pembekalan, antara lain Pengantar Ilmu Hukum, Sejarah dan Perjuangan HIMA FH, Kode Etik Mahasiswa, Filsafat Hukum, serta Metodologi Penelitian dan Jurnal.

Materi
tersebut tidak hanya memberikan tambahan wawasan keilmuan, tetapi juga membantu
peserta memahami identitasnya sebagai mahasiswa hukum. Pemahaman terhadap kode
etik, filsafat hukum, sejarah organisasi, hingga kemampuan melakukan penelitian
menjadi bekal penting dalam membentuk mahasiswa yang mampu berpikir kritis,
memiliki integritas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan peran akademik
maupun organisasi.
Menghubungkan Keilmuan Hukum dengan
Keterampilan Organisasi
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan senam, permainan kelompok, serta diskusi bersama mentor. Peserta kemudian memperoleh pembekalan mengenai Keprofesian Hukum, Teknik Persidangan, serta Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan.

Pembekalan
tersebut memberikan gambaran bahwa kompetensi mahasiswa hukum tidak berhenti
pada penguasaan teori dan peraturan perundang-undangan. Kemampuan
berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin organisasi, menyampaikan
argumentasi, dan memahami dinamika profesi hukum juga menjadi bagian penting
dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Kegiatan
dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman serta materi Manajemen Aksi
dan Nilai Perjuangan Mahasiswa. Melalui sesi ini, peserta
diperkenalkan pada pentingnya penyampaian aspirasi secara tertib, terarah,
bertanggung jawab, dan berdasarkan argumentasi yang dapat
dipertanggungjawabkan. Pentas seni dan malam keakraban turut menjadi bagian
dari rangkaian kegiatan untuk membangun kreativitas, solidaritas, serta
hubungan yang lebih erat antarpeserta.
Melatih Keberanian Berargumentasi
melalui Praktik dan Debat
Pada hari ketiga, peserta mengikuti forum diskusi kelompok, audiensi, praktik aksi, dan lomba debat. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan berbagai materi yang telah diperoleh selama LDKO.

Melalui
diskusi dan audiensi, peserta dilatih untuk menyampaikan gagasan secara
sistematis serta membangun komunikasi yang efektif. Sementara itu, praktik aksi
memberikan pengalaman mengenai bagaimana menyampaikan aspirasi secara terarah
dan bertanggung jawab. Adapun lomba debat menjadi salah satu kegiatan yang
relevan dengan karakter pembelajaran hukum karena mendorong peserta untuk
berpikir kritis, menyusun argumentasi, merespons pendapat yang berbeda, serta
mempertahankan gagasan berdasarkan alasan yang logis.
Membangun Kader Organisasi yang
Berintegritas
Selama tiga
hari pelaksanaan di Villa Graha Madani, peserta menunjukkan
antusiasme dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Perpaduan antara
pembekalan materi, diskusi, permainan, praktik, dan kegiatan kebersamaan
memberikan pengalaman yang lebih komprehensif dalam memahami makna
kepemimpinan.
Bagi Program
Studi Ilmu Hukum S-1 Fakultas Hukum Universitas Pamulang, LDKO menjadi
salah satu bentuk pembinaan kemahasiswaan yang mengintegrasikan aspek keilmuan,
kepemimpinan, karakter, dan keterampilan organisasi. Mahasiswa tidak
hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diharapkan mampu
menjadi pribadi yang berintegritas, komunikatif, bertanggung jawab, dan
memiliki kepedulian terhadap lingkungan akademik.
Kegiatan ini
juga menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi mahasiswa. Melalui proses
kaderisasi yang terarah, HIMA diharapkan mampu menjadi ruang bagi mahasiswa
untuk belajar mengelola organisasi, mengembangkan kreativitas, menyalurkan
aspirasi, serta merancang kegiatan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan
Prodi Ilmu Hukum S-1.
Menyiapkan Generasi Mahasiswa Hukum
yang Progresif
Penyelenggaraan
LDKO di Villa Graha Madani diharapkan tidak berhenti sebagai
kegiatan kaderisasi semata. Nilai progresivitas, integritas, dan
kompetensi yang menjadi semangat kegiatan diharapkan dapat diterapkan
dalam aktivitas akademik, organisasi, maupun kehidupan sosial mahasiswa.
Dengan
dukungan pimpinan Prodi dan dosen bidang kemahasiswaan, Program Studi Ilmu
Hukum S-1 terus berupaya menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang memberikan
ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara utuh. Melalui organisasi dan
kegiatan kemahasiswaan yang positif, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi
insan hukum yang memiliki wawasan keilmuan, kemampuan kepemimpinan, keberanian
berargumentasi, serta menjunjung tinggi integritas.
Penulis: Teguh Pangestu,
S.H., M.Kn.




